SMP Negeri 2 Banjarangkan Perluas Pengimbasan Inovasi Bang Daus Kue Lapis hingga Kabupaten Gianyar

SMP Negeri 2 Banjarangkan terus berkomitmen untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan sampah organik melalui inovasi Bang Daus Kue Lapis. Selain melaksanakan pengimbasan dan pendampingan kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Klungkung, SMP Negeri 2 Banjarangkan juga memperluas pengimbasan inovasi hingga ke luar wilayah Kabupaten Klungkung.
Pengimbasan dan pendampingan inovasi Bang Daus Kue Lapis telah dilakukan kepada beberapa satuan pendidikan peserta Lomba PSP-PSBS (Pembatasan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber) di Kabupaten Klungkung, yaitu SMP Negeri 3 Semarapura, SMP Negeri 2 Semarapura, SMP Negeri 4 Banjarangkan, SD Negeri 1 Tojan, SD Negeri 2 Tangkas, dan SD Negeri 1 Kamasan.
Selain itu, pengimbasan juga dilakukan kepada SMP Negeri 1 Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan dan penerapan praktik baik pengelolaan sampah organik melalui inovasi Bang Daus Kue Lapis di satuan pendidikan.
Dalam kegiatan pengimbasan, SMP Negeri 2 Banjarangkan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah organik, mulai dari pemilahan sampah dari sumbernya, pengumpulan bahan organik, hingga proses pengomposan menggunakan teknik penyusunan berlapis. Sampah organik seperti daun, rumput, dan sisa tumbuhan diolah menjadi kompos alami yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan lingkungan sekolah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dan pendampingan bagi sekolah-sekolah yang ingin mengembangkan pengelolaan sampah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungannya masing-masing.
Melalui pengimbasan yang dilakukan di dalam maupun di luar Kabupaten Klungkung, SMP Negeri 2 Banjarangkan berharap inovasi Bang Daus Kue Lapis dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta menginspirasi semakin banyak sekolah untuk mengelola sampah dari sumbernya secara mandiri, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini