Bang Daus Kue Lapis: Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Dalam 3 Bulan

SMP Negeri 2 Banjarangkan terus mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui inovasi Bang Daus Kue Lapis, yaitu pengolahan sampah organik menjadi kompos alami dengan teknik penyusunan bahan secara berlapis.
Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dan siang hari sebelum pulang sekolah, peserta didik melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah. Sampah yang ditemukan dipilah menjadi sampah organik dan nonorganik. Sampah organik seperti daun, rumput, dan sisa tumbuhan dikumpulkan secara terpisah, kemudian dibawa ke lokasi Bang Daus Kue Lapis dan didiamkan selama kurang lebih tiga hari agar mengalami pelapukan awal. Sampah organik tidak dikeringkan karena kelembapan membantu mempercepat proses penguraian.
SMP Negeri 2 Banjarangkan menghasilkan rata-rata 2,5–3 kilogram sampah organik setiap hari. Daun, rumput, dan sisa makanan yang mudah terurai diolah melalui Bang Daus Kue Lapis. Sementara itu, dahan dan ranting dipotong menjadi ukuran lebih kecil dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sesuai kebutuhan.
Proses pengomposan dilakukan dengan menyusun sampah organik secara berlapis. Setiap lapisan bahan organik setebal kurang lebih 20 sentimeter diberi ekoenzim atau pupuk organik cair (POC), kemudian ditutup dengan pupuk kandang. Penyusunan lapisan dilakukan secara berulang hingga lubang terisi penuh. Setelah itu, permukaan tumpukan diberi larutan molase dan pupuk kotoran sapi sebagai aktivator alami, kemudian lubang ditutup rapat.
Selama proses pengomposan, kelembapan bahan tetap diperhatikan. Jika terjadi penyusutan, lubang tidak diisi kembali dengan sampah baru agar proses pematangan kompos berlangsung optimal.
Setelah melalui proses fermentasi dan dekomposisi selama kurang lebih 3–4 bulan, sampah organik berubah menjadi kompos berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, tidak panas, dan tidak berbau. Kompos yang telah matang kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk taman, kebun, hutan sekolah, dan kegiatan penghijauan di lingkungan SMP Negeri 2 Banjarangkan.
Melalui Bang Daus Kue Lapis, sampah organik diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat sekaligus membangun kebiasaan peduli lingkungan bagi seluruh warga sekolah.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini