SMP Negeri 2 Banjarangkan Laksanakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber bagi Sekolah Peserta Lomba PSP-PSBS Provinsi Bali Tahun 2026

Tihingan, Klungkung – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah melalui Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai (PSP) dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), SMP Negeri 2 Banjarangkan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Inovasi Daerah kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Klungkung yang menjadi peserta Lomba PSP-PSBS Posyandu Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus meningkatkan pemahaman sekolah-sekolah peserta terhadap implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sosialisasi diikuti oleh perwakilan dari SMP Negeri 3 Semarapura, SMP Negeri 2 Semarapura, SMP Negeri 4 Banjarangkan, SD Negeri 1 Kamasan, SD Negeri 1 Tojan, dan SD Negeri 2 Tangkas. Dalam kegiatan tersebut, tim SMP Negeri 2 Banjarangkan memaparkan berbagai materi mengenai implementasi Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai (PSP), penerapan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), pembentukan regulasi sekolah, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta strategi membangun budaya peduli lingkungan melalui keterlibatan seluruh warga sekolah.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah nyata dalam mengurangi timbulan sampah, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, serta mendukung terwujudnya Gerakan Bali Bersih Sampah secara berkelanjutan.
Salah satu materi utama yang disampaikan dalam sosialisasi adalah inovasi Bang Daus Kue Lapis, yaitu metode pengelolaan sampah organik berbasis sumber yang dikembangkan oleh SMP Negeri 2 Banjarangkan. Inovasi ini menggunakan sistem penyusunan bahan organik secara berlapis di dalam lubang kompos sehingga proses penguraian berlangsung lebih cepat, efektif, dan menghasilkan kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik.
Peserta memperoleh penjelasan mengenai seluruh tahapan penerapan Bang Daus Kue Lapis, mulai dari pemilahan sampah organik di sumber, pengumpulan daun dan rumput, proses pelapukan awal, penyusunan lapisan bahan organik di dalam lubang kompos, pemberian ekoenzim atau pupuk organik cair (POC), penambahan pupuk kandang, hingga proses fermentasi menggunakan molase dan pupuk kotoran sapi. Selain itu, dijelaskan pula cara menjaga kelembapan bahan kompos, mengenali ciri-ciri kompos yang telah matang, serta pemanfaatannya sebagai pupuk organik untuk taman, kebun sekolah, dan penghijauan lingkungan.
Melalui sosialisasi ini, sekolah-sekolah peserta memperoleh informasi mengenai penerapan inovasi Bang Daus Kue Lapis sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah organik berbasis sumber yang sederhana, murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah peserta untuk mengembangkan pengelolaan sampah sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing.
Kepala SMP Negeri 2 Banjarangkan menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk kontribusi sekolah dalam mendukung penyebarluasan informasi inovasi daerah di bidang pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak sekolah yang memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber serta mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh sekolah peserta Lomba PSP-PSBS Posyandu Provinsi Bali mampu meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber, memperkuat budaya peduli lingkungan, serta mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata penyebarluasan informasi inovasi daerah dalam mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Klungkung
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini